WahanaNews-Kalbar | Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mendorong program untuk mensubtitusi Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan Dimethyl Ether (DME).
Penggantian konsumsi gas elpiji atau LPG ke DME ini ditargetkan berlangsung pada 2035. Untuk lebih jelasnya tentang DME, berikut fakta-faktanya, dilansir dari Kompas.com:
Baca Juga:
Harga Elpiji 12 Kg Naik, Bahlil: Itu untuk Orang Mampu, Bukan Masalah
DME
DME merupakan hasil olahan atau pemrosesan dari batubara berkalori rendah. Program gasifikasi batubara atau DME, dapat meningkatkan nilai tambah batubara.
Sebenarnya, proses gasifikasi batu bara tidak hanya menghasilkan DME, tetapi juga bahan bakar lain dan bahan baku industri kimia.
Baca Juga:
Elpiji 3 Kg Langka di Kota Gunungsitoli, Emak-emak Menjerit Layangkan Surat Terbuka
Karakteristik DME
DME merupakan senyawa bening, tidak berwarna, yang ramah lingkungan dan tak beracun. Senyawa ini mempunyai kemiripan dengan komponen elpiji. Namun, panas yang dihasilkan oleh DME sedikit lebih rendah dibandingkan LPG.
Selain itu, DME terdiri dari propan dan butana, sehingga penanganannya dapat diterapkan seperti gas elpiji.