WahanaNews-Kalbar | Jelang hari konsumen online Indonesia alias Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 12 Desember mendatang, warga harus mewaspadai banyaknya para oknum penipu yang berkeliaran di dunia maya.
Pada tahun 2019, konsumen Indonesia menghabiskan lebih dari Rp 9 triliun ketika berlangsung Harbolnas - total tersebut adalah enam persen dari total pendapatan e-commerce yang dihasilkan dalam satu tahun saja, hanya dalam satu hari.
Baca Juga:
Dukung Harbolnas 2024, Mendag: Nilai Transaksi Niaga Elektronik Diproyeksi Rp487 Triliun
Sayangnya, perayaan Harbolnas bukan hanya menjadi kesempatan untuk konsumen Indonesia dalam mendapatkan penawaran terbaik; tetapi juga menjadi peluang bagi penipu yang menargetkan toko-toko ritel online.
Ketika aplikasi selular e-commerce semakin menjadi pilihan utama bagi konsumen Indonesia dalam berbelanja, maka keamanannya harus menjadi prioritas utama bagi toko-toko online tersebut.
Berikut adalah tiga serangan penipuan paling umum yang harus diwaspadai oleh para penyedia aplikasi e-commerce:
Baca Juga:
Manfaatkan Harbolnas, Mendag Ajak Konsumen Belanja Produk UMKM
1. Scalping
Ini mengacu pada proses menggunakan bot untuk membeli produk yang sedang popular atau diskon secepat mungkin dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang telah dinaikkan dari harga semula.
2. Penipuan Promosi