KALBAR.WAHANANEWS.CO, Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengembangkan kebudayaan daerah dengan membangun rumah adat Tionghoa.
"Rumah adat tersebut akan dibangun berdampingan dengan rumah adat Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat, sebagai simbol keberagaman dan harmonisasi budaya di provinsi yang dihuni oleh berbagai etnis," kata Krisantus di Pontianak, Minggu (23/2/2025).
Baca Juga:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Akulturasi Budaya Tionghoa Beri Dampak bagi Nusantara
Pihaknya akan membangun rumah adat Tionghoa di antara rumah adat Melayu dan rumah adat Dayak Kalbar sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya di Kalbar.
Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki setidaknya 24 suku yang hidup berdampingan secara harmonis. Oleh karena itu, di masa kepemimpinannya bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mendorong setiap suku agar berperan aktif dalam melestarikan dan mengembangkan budayanya masing-masing.
"Kami meminta setiap suku berkomitmen untuk terus mengembangkan budayanya. Keberagaman ini adalah kekuatan Kalbar, dan kami ingin memastikan bahwa budaya-budaya ini tetap lestari," tuturnya.
Baca Juga:
Bupati Rokan Hilir Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kelenteng Yin Ang Tuah
Selain pembangunan rumah adat, Krisantus juga menyoroti kondisi Taman Budaya Kalbar yang selama ini kurang mendapat perhatian. Ia berjanji bahwa pemerintah provinsi akan mengelola taman budaya tersebut dengan lebih baik, agar dapat menjadi pusat kegiatan seni dan budaya bagi masyarakat Kalimantan Barat.
"Kami juga akan mengelola dengan baik Taman Budaya yang selama ini ditelantarkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memajukan budaya daerah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Krisantus juga meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian terkait, agar pembangunan infrastruktur kebudayaan di Kalbar dapat berjalan optimal.