Data CDIAC kini dipelihara dan diperbarui oleh Pusat Energi Appalachian di Universitas Negeri Appalachian, berlangung sejak 1750 hingga hari ini.
Sementara perkiraan CO2 fosil historis didasarkan pada metodologi yang dikembangkan pada 1984 dan sejak saat itu telah disempurnakan.
Baca Juga:
Sepanjang 2024, PLN IP Mampu Tekan Emisi Karbon 921 Ribu Ton CO2
Secara umum, datanya menggunakan catatan produksi, perdagangan dan penggunaan bahan bakar fosil, serta perkiraan jumlah CO2 yang dilepaskan ketika batubara, minyak, atau gas dibakar dengan berat tertentu.
Laporan lengkap tentang analisa ini bisa dibaca di laman Carbon Brief. [Ss/gun]