"Kita punya komite PDKB secara nasional, mereka melakukan updating seluruh SOP yang ada.
Jika ada pekerjaan baru maka komite ini akan melakukan evaluasi seperti apa pekerjaan yang akan dilakukan dan mengecek kompetensi seluruh personilnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Oleh karena kita sangat mengedepankan menjaga keselamatan personil," papar Evy Haryadi.
GM PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan) Abdul Salam Nganro menjelaskan Tim PDKB Khatulistiwa ini sudah ada sejak 2019 lalu dengan terbentuknya Tim PDKB Tegangan tinggi dan Tegangan Extra Tinggi (TT /TET ) dan terbentuknya Tim PDKB Gardu Induk Pertama di Kalimantan.
Lalu dilanjutkan pada tahun 2022 dilakukan pengadaan alat PDKB Gardu Induk UP3B Kalbar setelah itu pada tahun 2023 dilakukan usulan Tim PDKB GI UP3B Kalbar Training dan Peresmian GI UP3B Kalbar.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Untuk metode pengerjaan PDKB Tegangan tinggi dan Tegangan Extra Tinggi dilakukan dua cara yaitu metode bare handle atau sentuh langsung dan metode hot stick atau berjarak.
"Di Kalimantan ini ada 38 anggota PDKB, kita usulkan ditambah lagi menjadi 25 untuk melengkapi PDKB Kalbar Kalsel dan Kaltim ini.
Untuk di Kalbar ini mereka sedang menjalankan trainning dan diharapkan semuanya lulus," jelasnya.