Sementara itu, General Manager PLN UID Kalbar, Wahyu Jatmiko, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan kepada pelanggan, dengan berbagai upaya pemeliharaan dan perbaikan guna meminimalisir potensi terjadinya gangguan listrik.
Diakuinya, sistem kelistrikan di Kalimantan Barat cukup kondusif, khususnya di sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa dimana daya mampu mesin pembangkit sebesar 650 MW sementara beban puncak kebutuhan listrik masyarakat sebesar 460 MW.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
"Dengan cadangan daya sebesar 190 MW kami siap melayani kebutuhan listrik masyarakat khususnya para pelaku usaha, agar dapat menjalankan usahanya dengan baik dan lancar. Jika Produktivitas usaha meningkat, pastinya ekonomi masyarakat di Kalbar juga meningkat," pungkas Jatmiko.[ss]