Askolani mengatakan, banyak hal yang didapatkan sehingga menjadi salah satu proses perbaikan yang sedang disiapkan.
"Jadi kami mainkan dua tools. Ke lapangan kami dapatkan masukan. Penguatan kepada teman-teman di lapangan yang melakukan penugasan yang sangat konsisten dan tantangan yang sangat banyak, tetapi kemudian dari situ kita melakukan banyak langkah perbaikan di pusat," ucapnya.
Baca Juga:
DPR Minta BI Tekan Dolar ke Rp16.000-an, Ini Alasannya!
Askolani menambahkan pihaknya pada 2021 telah menyusun program reformasi keberlanjutan bea dan cukai jangka menengah.
Hal itu dilakukan dengan empat pilar.
Pertama, dari sisi integritas dan organisasi, kedua, dari sisi pelayanan, ketiga dari sisi pengawasan, dan keempat dari sisi penerimaan.
Baca Juga:
Kasus Suap Impor, Purbaya Sebut Status Dirjen Bea Cukai Belum Jelas
"Ini tentunya kami desain setelah kami juga mendapatkan masukan dan melihat kondisi di lapangan," ujarnya menegaskan. [Ss]