WahanaNews-Kalbar | Seorang mahasiswi bernama Sadariah (22), asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menyita perhatian setelah usahanya sukses menjadi eksportir sapu lidi.
Diketahui, baru-baru ini Sadariah telah mengekspor sapu lidi sebanyak 25 ton ke India.
Baca Juga:
Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Industri Pengolahan Jadi Penopang Ekspor
Keberhasilannya itu, tidak terlepas dari kerja keras dan semangatnya untuk sukses.
Selain juga mengedepankan rasa tanggung jawab, sehingga bisa mendapatkan kepercayaan banyak pihak.
"Uang itu bisa dikembalikan, tapi kepercayaan dan tanggung jawab yang harus kita jaga. Kita tidak ingin Coco Mandar dianggap remeh jika tidak bisa penuhi permintaan (buyer)," ujar Sadariah saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (30/4/2022).
Baca Juga:
Mendag Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Dorong Transformasi Pasar Rakyat Jadi Destinasi Wisata
Cerita Sadariah menjadi eksportir sapu lidi bermula ketika pandemi COVID-19 melanda pada awal 2020 lalu.
Kondisi itu membuat Sadariah yang sedang menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, pulang kampung.
Sejumlah usaha sempat digeluti, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan.