Ia menceritakan, pada 2017, warga setempat bahu-membahu untuk memfasilitasi kawasan dekat pulau bergerak berada.
Masyarakat mengerjakan pembangunan ringan seperti pembangunan rumah tunggu, jalan-jalan seputaran atau jalan untuk akses ke pulau bergerak.
Baca Juga:
MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC LCC Empat Pilar 2026 Kalbar Usai Polemik Penilaian
Kemudian, pembebasan lahan-lahan yang dianggap strategis untuk pembangunan fasilitas-fasilitas lainnya.
"Sejauh ini segenap masyarakat dan tentunya pihak desa telah melakukan upaya-upaya menggunakan dana desa maupun usaha-usaha lainnya," ujar Iwan.
Dari penjelasan itu, Iwan mengatakan, ada kendala selama mengembangkan fasilitas untuk pulau bergerak itu.
Baca Juga:
Tinggalkan PDI-P, Gubernur Kalbar Ria Norsan Pilih Gerindra Demi Sejalan dengan Visi Prabowo
Ia mengaku, dalam melakukan pembangunan fasilitas penunjang masih menggunakan dana desa.
Hal itu yang disebut Iwan menjadi kendala.
"Pastinya dana, di mana dana yang masuk ke desa harus mengimbangi kebutuhan masyarakat dan pembangunan-pembangunan yang menjadi kebutuhan prioritas lainnya," ujar Iwan.[ss]